'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Tanam Toga dan Sayuran Saat Pandemi COVID-19
Home » Artikel

Corona virus merebak diawal pertengahan desember di China kota Wuhan lebih tepatnya, terjadi wabah di Wuhan kemudian dikenal dengan nama COVID-19. COVID-19 merupakan jenis baru. Gejala yang umum adalah demam, sesak dada dan batuk kering..

            Sekarang ini COVID-19 sudah dirasakan dampaknya oleh orang seluruh dunia umumnya, dan Indonesia khususnya. Banyak berjatuhan korban, timbul istilah ODP (Orang Dalam Pemantauan) yaitu orang yang dicurigai terkena virus COVID-19. PDP (Pasien Dalam Pengawasan ) atau suspek.

            Bagaimana virus COVID-19 menular, dengan caranya berjabatan, air ludah, air liur, dan melalui pernafasan. Saat ini COVID-19 sudah masuk dan menyebar ke seluruh dunia, untuk di Indonesia juga sudah menyebar di hampir semua wilayah di Indonesia. Akibat penyebaran COVID-19 yang sangat cepat, korban di Indonesia semakin lama semakin meningkat. Karena penyebaran sangat cepat maka pemerintah mengambil kebijakan untuk “di rumah saja”. Membatasi orang berkerumunan, dan bekerja, sekolah di lakukan di rumah saja, jual beli dilakukan secara online.

            Dampak lain dari kebijakan pemerintah ini adalah semakin banyaknya pengangguran karena PHK. Yang di rumah saja jadi banyak kegitan yang timbul, salah satu contoh seperti yang saya lakukan, sembari berjemur saya menanam kangkung, bayam dan empu-empuan seperti jahe dan kunyit kunci, empu temu ireng, temu lawak, sirih, dan ada cabe. Selama 2 minggu saya sudah bisa panen.

 

Dan masih banyak lagi tumbuh – tumbuhan di lingkungan saat itu perut saya lagi diare, saya ambil daun rambutan, saya rebus diberi garam sedikit, langsung diare mampet setelah minum air rebusan daun rambutan. Tanaman saya tumbuh subur – subur karena disiram dengan air lindi dari komposter. Saya membuat komposter sederhana dari barang bekas sisa sayuran dan sisa nasi dari cucian piring dimasukkan ke komposter. Setelah busuk, akan ada air lindi ditampung di bagian dasar. Kita ambil di masukkan ke botol kaca agar tidak meledak karena lindi dimasukkan di botol plastik akan pecah.

            Itulah sebagian kegiatan yang dilakukan selama masa “di rumah saja”, kita bisa mengurangi uang belanja, dengan memasak hasil menanam diruamh sendiri juga lebih higienis dan sehat karena organik. Dan mengurangi uang belanja den konsumsi obat herbal dari tanaman obat keluarga.

Mari Ibu – ibu kita laksanakan penanaman dalam pot, banyak sekali manfaatnya. Selamat mencoba untuk dipraktekan

Purwokerto,  13 Mei 2020

By Sunu Riyantiwi (PRA Daarul Muhajirin Sumampir, Purwokerto Selatan)

Shared Post: